
Kawasan bentang alam
Australia adalah sebuah benua. Di Australia dimungkinkan untuk bepergian sejauh ratusan kilometer tanpa menjumpai adanya perubahan timbulan. Hal ini disebabkan Benua Australia adalah benua yang paling datar di dunia.
Sebagian besar dari benua tersebut adalah plato rendah. Juga terdapat dataran rendah pantai di sisi timur dan barat. Benua Australia dapat dibagi menjadi lima kawasan bentang alam yang utama, yaitu:
Dataran rendah & bukit-bukit pantai timur, dan
Dataran rendah & bukit bukit pantai barat,

Plato barat Sebagai perbandingan, dengan luas tanah 1.904.569 kilometer persegi, kepadatan penduduk Indonesia sekarang adalah kira-kira 150 orang untuk setiap satu kilometer persegi (proyeksi 2025).
Kawasan bentang alam Australia dapat dilihat pada Gambar 1.1. Gambaran lebih jauh tentang bentang alam Australia dapat dilihat dalam rentas benua yang mulai Geraldton di bagian barat ke Tweed Heads di bagian timur. Rentas tersebut dapat dilihat dalam– Gambar 1.2.
Plato barat
Plato Barat merupakan kawasan yang sangat luas yang dulunya merupakan ketinggian tetapi kemudian aus dilanda erosi. Kawasan ini terdiri atas:
Plato Kimberley, dan
Kawasan tersebut juga mencakup pegunungan-pegunungan yang sangat rendah seperti Pegunungan Macdonnell dan Musgrave, serta monolit (batu besar) raksasa yang disebut Uluru atau Ayer’s Rock.
Beberapa dari batu yang ada di daerah ini merupakan batu tertua di dunia, yang umurnya lebih dari 3.000 juta tahun. Erosi selama jutaan tahun telah menerpa batu-batu ini dan membuatnya aus. Banyak di antaranya yang terbentuk jauh dalam bumi di bawah suhu dan tekanan yang sangat besar. Beberapa dari batuan endapan dan batuan beku yang ada di kawasan ini telah berubah menjadi batuan metamorfis (batuan malihan) karena adanya tekanan dan suhu panas. Batuan metamorfis adalah batuan yang telah berubah dari bentuk aslinya yang disebabkan oleh adanya pemanasan atau pemadatan.
Kebanyakan batuan yang membentuk plato tersebut mengandung endapan mineral yang penting, seperti bijih besi, intan, dan nikel.

Sebagian besar Plato Barat tersebut merupakan gurun pasir dan banyak kawasan luas yang tidak bersungai. Beberapa dari sungai yang ada di kawasan ini adalah Sungai Ord, Gascoyne, dan Murchison, yang semuanya mengalir ke barat atau utara.
Daratan rendah tengah
Kawasan ini terbentuk dari endapan, yang membentang dari daerah pantai utara di Teluk Carpentaria ke arah selatan di dataran rendah Sungai Murray dan Sungai Darling (Gambar 1.3).
Di seluruh kawasan ini terdapat banyak cekungan salir. Di sebelah utara terdapat cekungan Carpentaria. Di sebelah selatan cekungan Carpentaria ada cekungan Danau Eyre yang sangat luas. Di kawasan ini, kebanyakan sungai bersifat tidak tetap dan hanya mengalir kalau hujan. Sungai-sungai tersebut mengalir ke danau-danau besar di daerah pedalaman dan tidak pernah sampai ke laut. Danau Eyre adalah danau terbesar dan hampir sepanjang tahun danau tersebut merupakan danau garam tanpa air. Di sebelah selatan cekungan Danau Eyre dijumpai cekungan Murray-Darling yang mengalir di kedua sungai terbesar di Australia, yakni Sungai Murray dan Sungai Darling Untuk peta Murray Darling)
Daratan tinggi timur
Kawasan ini dulu dikenal sebagai Pegunungan Pemisah Besar. Dataran tinggi tersebut berbentuk gunung-gunung tua yang terkena erosi (terkikis) selama jutaan tahun. Dataran tinggi tersebut berawal di dekat semenanjung Cape York dan membentang ke selatan ke arah Tasmania. Dataran Tinggi Timur mencakup Pegunungan Biru (Blue Mountains) (lihat berwarna 2) yang terletak di sebelah barat Sydney dan pegunungan tertinggi di Australia, yakni Pegunungan Salju yang terletak di sepanjang perbatasan negara bagian New South Wales dan Victoria. Gunung yang tertinggi di Australia, yakni Gunung Kosciusko (2.228 meter), terletak di Snowy Mountains.

Sisa-sisa gunung api tua tersebar di kawasan dataran tinggi timur. Dataran tinggi tersebut juga merupakan sumber bagi banyak sungai. Beberapa dari sungai-sungai ini mengalir ke pantai timur dan lainnya mengalir ke arah pedalaman. Sungai Murray (panjangnya 2.520 km) dan sungai Darling (panjangnya lebih dari 3.750 km) mengalir ke dataran tinggi timur, mengalir ke daerah pedalaman, kemudian menuju ke laut selatan.
Daratan pantai barat
Dataran rendah ini merupakan akibat adanya persesaran di sepanjang pantai barat Benua Australia. Dalam proses ini, suatu patahan pantai yang sempit telah tertekan ke arah bawah, sehingga membentuk sebuah dataran pantai.
Daratan pantai timur
Persesaran permukaan bumi juga telah terjadi di sepanjang pantai timur yang membentuk Dataran Tinggi Timur, sehingga menimbulkan kawasan dataran rendah pantai yang sempit. Jalur pantai yang sempit itu terdiri atas lembah-lembah sungai dan bukit-bukit. Di sini dijumpai beberapa sungai pendek dengan sungai yang alirannya baik, seperti Sungai Burdekin, Fitzroy dan Hunter. Sungai-sungai ini penting bagi pertanian dan bagi penduduk yang menggunakan sungai tersebut. Misalnya, Sydney menggunakan tiga sungai, yakni Sungai Hawkesbury, Parramatta, dan Georges.
Paparan benua
Di seluruh Australia terdapat kawasan yang lautnya dangkal dan dasar samuderanya membentuk suatu paparan (shelf). Ini disebut paparan benua. Di sepanjang batasan daerah barat, selatan, dan utara, paparan tersebut lebar, tetapi menjadi sempit di sepanjang pantai timur. Paparan utara, yang disebut paparan Sahul, digunakan bersama dengan Indonesia dan Papua Nugini.Di atas paparan benua itu, yakni di lepas pantai tropis di Queensland, terdapat kawasan terumbu karang yang sangat luas. Terumbu karang ini disebut Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef). Karang ini merupakan yang terbesar di dunia dalam jenis ini. Karang tersebut mulai terbentuk kira-kira 12 juta tahun yang lalu, yang tumbuh dan mati secara berkala sesuai dengan naik dan turunnya permukaan laut.
Perubahan bentang alam
Bentang alam Australia terbentuk selama jutaan tahun. Dulunya bentang alam tersebut tidak selalu seperti sekarang. Iklim Australia juga telah berubah. Demikian juga dengan tumbuhan dan satwa yang menempati benua tersebut. Cerita tentang bagaimana Australia memperoleh bentuknya yang sekarang ini merupakan cerita panjang dan menarik, yang dimulai dari zaman prasejarah. Tabel dalam Gambar 1.4 merupakan ringkasan dari beberapa peristiwa penting pada zaman prasejarah Australia.
Bagian kerak bumi yang tertua
Bumi terbentuk antara 4.600 sampai 3.500 juta.tahun yang lalu. Pertama-tama bumi tertutup oleh benda yang meleleh dari gunung berapi. Benda ini lama kelamaan mendingin dan membentuk kerak. Uap air dalam lapisan udara memadat dan membentuk lautan. Hanya sedikit yang tersisa dari bentang darat vulkanis dari zaman dulu Australia Berbderapa batuan ang diendapkan melalui sungai membuktikan bahwa dulu terdapat daratan di Australia pada lebih dari 4.000 juta tahun yang lalu.
Kehidupan Awal
Sejak 3.500 sampai 1.000 juta tahun yang lalu bumi masih panas dan karbon dioksida sangat terpusat dalam lapisan udara. Keadaan in membantu bertumbuhnya bentuk kehidupan awal. Beberapa dari bentuk-bentuk kehidupan awal ini, yang disebut sinobakteri, menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Tumbuh-tumbuhan masih melakukan hal ini, yakni yang disebut proses fotosintesis. Oksigen yang dikeluarkan pada zaman kuno ini bereaksi dengan besi di lautan untuk membentuk endapan bijih besi. Sekarang banyak sekali dijumpai endapan bijih besi dalam jumlah besar di Pegunungan Hammersley di Australia Barat.
Pada saat ini hanya ada satu mahabenua yang sangat besar di dunia, yang dikenal dengan sebutan Pangaea. Peta dalam Gambar 1.5 menunjukkan mahabenua Pangaea ini. Beberapa plato yang ada di Australia Barat merupakan bagian dari benua tersebut. Bagian- bagian ini di Australia tetap stabil selama jutaan tahun dan tidak banyak terpengaruh oleh gerakan-gerakan bumi. Di sini gempa bumi jarang terjadi dan beberapa bentuk batu ada yang berumur kira-kira 1.000 juta tahun. Beberapa dari batu tua ini yang muncul karena adanya erosi, penuh dengan endapan emas dan intan.

Link to Muttaburrasaur

Timbulnya kehidupan yang rumit
Antara 1000 dan 400 juta tahun yang lalu, mulai timbul kehidupan yang lebih rumit di bumi. Mula-mula muncul satwa laut yang Bab 1 berbadan lembek yang kemudian diikuti dengan timbulnya satwa laut berkulit keras. Akhirnya, kira-kira 410 juta tahun yang lalu, dimulailah kehidupan awal di darat. Ini merupakan saat mulai terbentuknya gunung lipatan besar di Australia tengah. Sekarang gunung-gunung ini hampir seluruhnya terkikis. Uluru (Batu Ayers) dan perbukitan Kata Tjuta merupakan sisa-sisa dari gunung-gunung tua ini.
Terpisah-pisahnya Pangaea
Kira-kira antara 400 dan 230 tahun yang lalu, mahabenua Pangaea akhirnya terpecah menjadi dua benua besar. Kedua benua baru tersebut disebut Gondwana dan Laurasia.
Gondwana mengapung ke arah selatan sedangkan Laurasia mengapung ke arah utara. Australia, India, Antartika, Irian Jaya, dan bagian-bagian Pulau Sulawesi merupakan bagian dari Gondwana. Diagram dalam Gambar 1.6 menunjukkan pecahnya Pangaea menjadi Laurasia dan daratan Gondwana. Dalam Gambar 1.7 daratan Gondwana tampak sebagai suatumahabenua yang terpisah.
Inilah saat terbentuknya gunung-gunung berapi di sepanjang pantai timur Australia. Gunung- gunung berapi membentuk kumpulan (massa) batu granit yang dapat dilihat di Australia bagian timur sekarang ini.
Pada saat itu juga terbentuk pegunungan lipatan di Australia bagian timur yang panjangnya 2.000 kilometer. Di sebelah barat dari jajaran pegunungan ini terdapat laut kebenuaan (inland seas) yang dangkal.
Kira-kira 345 juta tahun yang lalu terdapat sebuah gunung es dan lapisan es yang sangat 13luas yang menutupi bentang darat, yang menyebabkan ausnya gunung-gunung dan mengubah bentuk daratan.
Akhirnya, kira-kira 230 juta tahun yang lalu, pada zaman yang disebut periode Perm, terjadi perubahan iklim. Iklimnya menjadi lebih hangat dan lebih lembab. Tumbuhlah hutan- hutan besar di Australia bagian timur. Ketika pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan mati, sisanya terkumpul di laut kebenuaan yang dangkal tersebut. Selama lebih dari jutaan tahun, sisa-sisa pohon dan tumbuhan tersebut berubah menjadi batubara. Sekarang ini endapan batubara dijumpai di Cekungan Sydney di New South Wales dan Cekungan bawah tanah yang sangat luas yang membentang sejauh 2.000 km dari utara ke selatan dan 1.600 km dari timur ke barat. Cekungan tersebut terletak di bawah Dataran Tengah dan mencakup tiga perempat Queensland, seperempat NSW, sepertiga Australia Selatan, dan seperdelapan Daerah Khusus Utara.
Sekarang ini air tersebut tersimpan di bawah tanah dan dapat dipompa ke luar untuk menghidupi domba dan ternak. Seringkali, airnya dapat bertambah apabila terdapat hujan di sepanjang Pegunungan Sebelah Timur . Diagram dalam Gambar 1.8 menggambarkan bagaimana hal ini semua terjadi.

Bowen di Queensland. Juga, endapan minyak dan gas mulai terbentuk di beberapa tempat. Saat inilah terdapat banyak danau, paya-paya, dan laut kebenuaan. Danau Eyre dan banyak danau kering lainnya seperti Teluk Carpentaria dan cekungan Murray-Darling terbentuk sebagai bagian dari laut kebenuaan. Cekungan Artois Besar juga terbentuk pada saat ini. Cekungan ini merupakan kawasan air.
Kehidupan di atas bumi terus berubah. Antara 230 sampai 65 juta tahun yang lalu, lebih banyak lagi tumbuhan dan satwa yang ditemukan di Australia. Mula-mula satwa daratnya hanya serangga, kemudian ada hewan amfibi dan akhirnya ada reptilia raksasa. Satwa darat yang paling terkenal adalah dinosaurusus.
Hewan bernama Muttaburrasaur, yang tampak dalam Gambar 1.9, merupakan sebuah contoh dinosaurus Australia. Kemudian muncullah burung-burung berbulu dan kura-kura yang pertama. Pada saat itu Australia masih merupakan bagian dari Gondwana.
Gondwana terpecah
Kira-kira 150 juta tahun yang lalu benua besar Gondwana mulai terpecah. Pertama-tama, Afrika dan Amerika selatan terpisah dengan India, Antartika dan Australia. Hal ini tampak dalam Gambar 1.10.
Kira-kira 100 juta tahun yang lalu, India terpisah dengan Antartika. Hal ini tampak dalam Gambar 1.11.
Australia dan Antartika terpisah
Australia tetap tersambung dengan Antartika sampai kira-kira 55 juta tahun yang lalu, kemudian ia terpisah dan mulai mengapung ke arah utara. Pemisahan itu disebabkan adanya keretakan yang terus melebar di antara kedua benua tersebut. Keretakan tersebut menyebabkan dasar laut meluas, sebagaimana tampak dalam Gambar 1.11. Australia kemudian menjadi benua tersendiri yang terpisah. Burung-burung dan hewan mamalia mulai berkembang di Australia, yang berlainan dengan burung dan hewan di bagian lain di dunia. Hal ini disebabkan terpisahnya Australia.
Ketika Australia bergerak ke utara, benua tersebut melewati lokapanas, yang terletak jauh di bawah permukaan bumi. Hal ini menyebabkan gunung berapi meletus di beberapa tempat yang berbeda di Australia. Letusan gunung berapi yang terakhir terjadi sekitar 6000 tahun yang lalu, yaitu Gunung Gambier di negara bagian Australia Selatan
Terus bergeraknya Benua Australia ke utara membawanya ke daerah garis lintang yang beriklim lebih hangat. Iklim Benua Australia menjadi lebih hangat dan lebih lembab, serta banyak hutan tropis bermunculan di seluruh Australia. Waktu terus berlalu dan Benua Australia memasuki daerah garis lintang yang bergurun- gurun, sehingga iklim Australia menjadi lebih kering. Tumbuh-tumbuhannya berubah, dan sebagian besar hutan tropis menghilang, dan yang tersisa hanyalah hutan-hutan pohon eukaliptus (eucalypt) dan padang rumput yang dapat bertahan hidup di musim-musim kering.
Lempengan Tektonik
Kita sudah melihat bagaimana benuaGondwana yang besar itu terpisah. Kita jugasudah melihat bagaimana Australiamemisahkan diri dari Gondwana dan menjadi sebuah pulau yang besar. Untuk dapat mengerti proses pergerakan benua, kita akan mempelajari secara singkat tentang lempengan tektonik. Konsep ilmiah ini akan membantu kita mengerti bagaimana terbentuknya benua- benua di bumi dan ciri-ciri utamanya.
Lempengan-lempengan bumi
Kerak bumi terbagi menjadi lempengan- lempengan. Ada enam lempengan benua yang besar dan ada beberapa yang kecil. Di antara lempengan-lempengan itu terdapat retakan- retakan besar di kerak bumi. Lempengan- lempengan itu bergerak perlahan-lahan ke arah permukaan bumi. Di beberapa tempat, lempengan-lempengan tersebut bergerak saling menjauhi dan di beberapa tempat lain lempengan-lempengan itu bergerak saling mendekati dan bertabrakan. Di daerah yang lempengannya saling menjauhi, timbul bahan lelehan dari dalam bumi melalui retakan-retakan yang ada. Bahan lelehan ini kemudian menjadi dingin dan membentuk batuan yang disebut basal. Berpisahnya lempengan-lempengan bumi ini terjadi jauh di bawah lautan di bumi. Basal yang timbul kemudian membentuk deretan pematang bawah samudera. Deretan ini disebut pematang tengah samudera. Semakin banyak bahan lelehan muncul dan membentuk basal, bahan tersebut mendorong lempengan- lempengan bumi untuk semakin jauh berpisah. Hal ini menyebabkan melebarnya dasar samudera.
Terdapat pematang tengah samudera di antara Australia dan Antartika. Pematang ini melebar sebesar 6 sampai dengan 7,5 sentimeter per tahun. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan India-Australia ke arah utara sehingga bertabrakan dengan lempengan Eurasia. Tabrakan ini dimulai sekitar 25 juta tahun yang lalu dan terus berlanjut hingga sekarang. Lempengan India-Australia sedang didorong ke bawah lempengan Eurasia.



Proses ini disebut penunjaman . Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk Pegunungan Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa serta tanah tinggi Nugini. Australia bagian utara telah didorong ke arah bawah sehingga membentuk Teluk Carpentaria dan Laut Timor serta Laut Arafura. Tabrakan lempengan-lempengan bumi tersebut tampak dalam Gambar 1.14.
Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. Suhu yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. Di banyak tempat, magma ini kemudian muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api. Busur gunung-gunung api
Indonesia terbentuk dengan cara seperti ini. Gempa bumi umumnya terjadi di kawasan ini karena lempengan benua mengeluarkan tekanan pada saat lempengan itu menurun melalui parit samudera. Gunung-gunung api yang terbentuk dengan cara ini disebut gunung api andesit karena lava yang dikeluarkannya membentuk batu yang disebut andesit. Batu andesit ini kaya akan silika dan alumina. Gunung-gunung api andesit sifatnya sangat mudah meledak dan tak terduga.
25 juta tahun yang lalu sampai sekarang
Selama 25 juta tahun terakhir ini Australia menjadi stabil. Tidak terdapat pergerakan bumi yang utama di Australia di sepanjang Dataran Tinggi sebelah Timur yang kawasannya telah terangkat ke atas sehingga membentuk kawasan yang curam dan terjal. Pegunungan Biru di sebelah barat kota Sydney merupakan contoh kawasan terangkat ini yang dimulai kira-kira 12 juta tahun yang lalu. Juga terdapat beberapa ledakan gunung api yang terpisah-pisah di sepanjang Dataran Tinggi Timur. Ledakan-ledakan ini disebabkan oleh kantung-kantung bahan lelehan di bawah kerak bumi yang disebut “loka panas”. “Loka panas” terkini yang baru ditemukan ada di bawah pantai sebelah barat laut Tasmania. Selain gunung-gunung api “loka panas” dan pengangkatan daratan di Australia bagian timur, benua tersebut terus menerus terkikis selama 25 juta tahun dan mengakibatkan timbulan rendah. Kawasan-kawasan yang sangat luas telah berubah menjadi dataran dan plato.
Gunung-gunung api di Australia
Australia dan Indonesia adalah negara yang bertetangga, tetapi geografi dan geologinya sangat berlawanan. Australia pada umumnya adalah benua yang rata. Benua tersebut secara relatif merupakan kawasan yang stabil, dan menurut sejarahnya tidak pernah mengalami ledakan gunung api, aktifitas gempa bumi yang terbatas dan tercatat tidak pernah mengalami angin topan tsunami.
Indonesia meliputi busur pulau gunung api yang penting. Negeri ini adalah kawasan yang tidak stabil yang secara tetap mengalami ledakan gunung api, gempa bumi dan gelombang tsunami. Namun, Australia dan Indonesia sangat berkaitan dalam hal proses geologi yang dinamis yang membentuk samudera, benua, dan daratan perbatasannya yang tidak stabil.
Australia membentuk suatu bongkah benua yang terletak pada lempeng Australia-India. Lempeng tersebut masih terus tumbuh pada suatu pematang gunung tengah-samudera di bawah laut yang membentang dari Samudera Selatan ke Samudera Hindia (Lihat Gambar 1.14). Bahan lelehan yang merupakan gerakan vertikal di sepanjang pematang ini membentuk dasar samudera yang baru dan mendesak lempeng Australia ke arah utara dalam kecepatan 7 cm per tahun
Di Australia sebelah barat laut, dasar samudera yang lama bertabrakan dengan lempeng Asia di sepanjang lempeng Indonesia. Di sana, lempeng Australia terdesak dan melesak ke bawah Kepulauan Indonesia. Pada saat lempeng Australia menurun di sepanjang kawasan tabrakan ini, lempeng tersebut membentuk Parit Jawa di samudera yang dalam. Parit yang sempit ini merupakan titik terdalam di Samudera Hindia, yakni 7.700 m lebih di bawah permukaan laut.
Proses ini, yakni ketika lempeng yang bertabrakan meluncur ke bawah lempeng lain, disebut penunjaman. Lempeng Australia tertunjam di bawah perenggan Indonesia selama 70 juta tahun. Bagian-bagian dari lempeng tersebut mungkin telah menurun sampai kedalaman 1.200 km di bawah Indonesia. Lempeng yang menurun itu menyebabkan banyaknya gempa bumi yang besar dan dalam di Indonesia. Proses tersebut melepaskan panas yang menyebabkan melelehnya batuan yang menindih. Bahan lelehan muncul sebagai magma dan meletus pada permukaan, dan di sinilah lelehan tersebut membentuk gunung api di Indonesia. Jadi, lempeng Australia mengeluarkan bahan lelehan yang mempunyai andil terhadap pertumbuhan gunung api Indonesia.

Sejak terlepas dari Antartika kira-kira 90 juta tahun yang lalu dan bergerak ke arah utara, lempeng tersebut melewati gerak lelehan vertikal (upwelling) yang panas dan dalam pada selubung gunung api yang ada di bawahnya. Upwelling ini telah menyebabkan rangkaian gunung api, yang disebut gunung api titik panas, lihat Gambar 1.15.
Peristiwa-peristiwa vulkanis terjadi di kawasan Australia dan berbeda dengan kegiatan vulkanis di Indonesia. Ledakan vulkanis Australia jauh lebih jarang dan tidak terlalu keras. Gunung-gunung api Australia mengeluarkan lava basal. Sebaliknya, Indonesia merupakan kawasan gunung api yang paling aktif di bumi. Indonesia mempunyai gunung-gunung api yang mudah meledak dan besar dan sering mengeluarkan lava andesit Kedua ledakan gunung api terakhir di Australia yang terjadi di Gunung Gambier dan Gunung Schank, kira-kira 5.000 tahun yang lalu, hanya menghasilkan beberapa kawah kecil dan aliran lava basal dan tidak sampai ada orang yang meninggal. Hal ini berlawanan dengan dua ledakan gunung api yang terkenal di Indonesia. Gunung Tambora pada tahun 1815 dan Krakatau
pada tahun 1883 meledak dengan hebat. Ledakan Krakatau menyebabkan tsunami yang besar sekali.
Gempa bumi Australia jarang mencapai angka 6 dalam skala Richter, sedangkan di beberapa tempat di Indonesia gempa bumi dapat mencapai angka 8 dalam setiap 30 sampai 40 tahun.
Australia mempunyai beberapa bagian kerak bumi yang paling tua. Australia Barat mempunyai batuan yang umurnya 4 biliun tahun. Benua tersebut telah berkembang ke arah timur, dan banyak bagian di Australia timur yang terbentuk dalam 300 juta tahun terakhir. Busur Pulau Indonesia juga mengarah ke timur, membentuk Sumatera dan Jawa selama 70 juta tahun terakhir, sedangkan pulau-pulau sebelah timur bagian tengah sampai Flores terbentuk dalam 25 juta tahun yang lalu dan pulau-pulau bagian timur jauh terbentuk dalam 10 juta tahun terakhir. Kira-kira 5 juta tahun yang lalu, rotasi (perputaran) kawasan Nugini-Irian Barat menyeret busur Banda ke arah utara, yang menyebabkan terperangkapnya dasar laut lama di Laut Banda.
Sekarang ini, sebagian besar titik panas Australia tidak aktif, selain aktifitas gempa bumi. Hal ini mungkin menunjukkan adanya tekanan kuat pada lempeng yang disebabkan oleh daya tekan manakala Australia menekan ke atas menggeser Indonesia dan batas Nugini-Irian Jaya.
Letusan baru-baru ini
Sepanjang sejarah geologinya, Australia telah mengalami aktivitas vulkanik hingga saat manusia tinggal di sana. Letusan terakhir di daratan utama Australia terjadi di Gunung Gambier dan Gunung Schank di Australia Selatan sekitar 5.000 tahun yang lalu.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs ini.
Vulkanisme Australia


Gunung gunung berapi purba Warning – Wollumbin di kejahuan

foto olen Maximos
Pooningbah, Fingal Head,, menujukkan kolom basaltik kuno


Batu Gergaji, kolom basal di Taman Nasional Gunung Kaputar
Garis Besar – Perkembangan dan Pemisahan Modern Australia
- Sekitar 10.000 tahun yang lalu: Zaman es terakhir berakhir. Naiknya permukaan laut memisahkan daratan Australia dari Nugini dan Tasmania. Pelajari lebih lanjut | Lebih lanjut tentang pemisahan Tasmania
- 2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu (Periode Kuarter, Zaman Pleistosen): Serangkaian zaman es terjadi, menyebabkan permukaan laut global naik dan turun secara signifikan. Pelajari lebih lanjut
- 23 hingga 2,6 juta tahun yang lalu (Periode Tersier): Iklim dan lingkungan terus berkembang, dan sebagian besar Great Barrier Reef mulai terbentuk sekitar 12 juta tahun yang lalu. Era ini juga menyaksikan perkembangan tumbuhan dan hewan modern. Pelajari lebih lanjut tentang garis waktu Great Barrier Reef
- Sekitar 55 juta tahun yang lalu: Australia terpisah dari Antartika dan mulai bergerak ke utara, sebuah proses yang berlanjut hingga saat ini. Hal ini menyebabkan pemisahan tumbuhan dan hewan Australia, yang mulai berkembang secara terpisah. Pelajari lebih lanjut tentang drift Australia | Geosains Australia
Benua Super
- 145 hingga 66 juta tahun yang lalu (Periode Kapur): Tanaman berbunga pertama mulai tumbuh di Australia, dan pemisahan tumbuhan dan hewan unik Australia dimulai. Pelajari lebih lanjut tentang kapan bunga mencapai Australia | Proyek Taman Cretaceous
- 201 hingga 145 juta tahun yang lalu (Periode Jurassic): Dinosaurus besar berkeliaran di Australia. Pelajari lebih lanjut
- 252 hingga 201 juta tahun yang lalu (Periode Trias): Australia adalah tanah danau dan rawa, dengan amfibi dan reptil menjadi hewan darat yang dominan. Pelajari lebih lanjut
- 359 hingga 299 juta tahun yang lalu (Periode Permian): Hutan luas menutupi Australia timur, dan sisa-sisa mereka membentuk endapan batu bara yang kita lihat hari ini. Pelajari lebih lanjut tentang deposit batu bara Newcastle
- Sekitar 359 juta tahun yang lalu (Periode Karbon): Superbenua Pangea dipisahkan menjadi dua benua super yang lebih kecil: Gondwana dan Laurasia. Iklim menjadi lebih hangat. Pelajari lebih lanjut tentang perpisahan Gondwana | Dunia Kapur
Pembentukan Bumi dan Kehidupan Awal
419 hingga 359 juta tahun yang lalu (Periode Devon): Pegunungan dan gunung berapi aktif di Australia timur. Pelajari lebih lanjut tentang geologi Pegunungan Alpen Australia | Geologi Victoria
444 hingga 419 juta tahun yang lalu (Periode Silurian): Tanaman mulai muncul di darat untuk pertama kalinya. Pelajari lebih lanjut tentang tanaman lahan awal di Victoria
600 hingga 540 juta tahun yang lalu (Prakambrium ): Kehidupan berkembang di laut. Pelajari lebih lanjut tentang penelitian Prakambrium di Australia
Sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu: Di Australia Barat, cyanobacteria yang bernapas karbon mulai memproduksi oksigen, yang menyebabkan pembentukan endapan besi besar. Pelajari lebih lanjut tentang cyanobacteria dan produksi oksigen
4,5 hingga 5 miliar tahun yang lalu: Planet Bumi terbentuk. Pelajari lebih lanjut tentang pembentukan Bumi | Garis Waktu Geologi
Megafauna Australia

Untuk informasi lagi tentang Magafauna yang lebih lengkap klik tautan ini